Skip navigation


Saat kau pertama kali tersenyum padaku
Aku sadar telah jatuh cinta padamu
Walau sebenarnya aku selalu merasa malu
Hendak mengungkapkannya malah terdiam membatu

Aku teringat kembali keadaan saat itu
Embun-embun cinta yang ada di sekelilingmu
Mungkin kau tak akan percaya denganku
Karena aku juga awalnya tak percaya dengan penglihatanku

Berlebihan kah diriku?
Ya, bagi sebagian orang yang tak tau
Yang tak pernah sekalipun terdiam membatu
Hendak mengucap tapi lidah menjadi kelu

Lalu kau bertanya akan cintaku padamu saat ini?
Saat kau baru saja menyadari sifat ini?
Sifat yang buruk yang kadang menjadi
Namun pula sifat baik yang menyentuh hati

Kau pasti akan menyadari
Bahwa cinta manusia tak akan dibawa mati
Karena cinta Tuhanku lah yang hakiki
Yang dapat menyenangkan hati dan itu abadi

Tapi kau juga pasti mengerti
Cintaku padamu membara bagai api
Yang akan selalu kunyalakan hingga nanti
Karena aku berharap cintamu sampai mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: