Skip navigation


Cinta adalah air kehidupan, nutrisi mental dan sumber makanan jiwa. Dengan cinta, bumi berjalan dalam rotasinya, bayi mau menyusui dari susu ibunya, burung membangun sarangnya, seluruh wajah menjadi cerita, bibir mengukir senyuman dan mata menjadi berbinar-binar.

Cinta laksana aliran listrik yang merambat melalui media kabel, kemudian arus listrik tersebut dapat digunakan sebagai penerangan. Jika cinta mengalir dalam tubuh, maka yang muncul adalah kehangatan dan jika bersentuhan langsung dengan materi, maka akan timbul percikan. Cinta seperti kutub magnet yang menjadi pusat rotasi galaksi, membuat planet-planet saling berdekatan dan menghimpun kekuatan matahari. Sehingga tidak terjadi ketidakharmonisan dan kekacauan. Karena cinta, planet-planet berjalan dalam keharmonisan. Karena itu, tidak sampai terjadi tabrakan dan benturan satu sama lain. Dan ketika cinta sudah tidak lagi bersemi, permusuhan dan ketidakharmonisan terjadi di seluruh dunia, prasangka buruk & kesangsian mendominasi jiwa, raut kebengisan & masam tampak di wajah.

Ketika cinta sudah sirna, lebah tidak lagi hinggap mengisap sari una, burung-burung tidak lagi menghiasi taman dan merpati tidak lagi jinak. Hidup tidak dapat eksis tanpa cinta. Ketika jatuh cinta, anda bagaikan sedang mencium semesbak harumnya bunga, merasakan sutra yang halus, mengecap manisnya madu, memperoleh indahnya anugrah sehat, meraih ilmu pengetahuan yang paling mulia & mengetahui rahasia serta misteri segala sesuatu.

Al Qarni (2006 :6) membagi cinta menjadi dua kategori yaitu :
1. Cinta duniawi, yaitu cinta yang cenderung meluap-luap dan membutakan.
2. Cinta samawi ilahi, yakni cinta yang cenderung taat, beribadah, berjuang dan menunjukkan keteladanan.

Cinta duniawi berakhir dengan keluhan, helaan napas, kerugian dan penyesalan. Sementara cinta Tuhan semesta alam itu bernilai sangat tinggi, mulia, damai & membahagiakan.
Bagaimana Alloh tidak pantas dicintai, sedangkan setiap nikmat yang dinerikan berasal dari-Nya dan setiap cobaan pasti Dia yang meredakannya. Sedangkan cinta kepada yang lain merupakan manfaat yang bersifat sementara, hawa nafsu yang kompleks, orientasi materialistis yang diperparah dengan kekeliruan, keterpurukan. Sikap berlebih-lebihan & ketidaktentraman. Selain itu, ia cenderung berakhir dengan kekecewaan, penyesalan dan kerugian (Al-Qarni, 2006: 7).

“Barangsiapa mencintai karena Alloh, membenci karena Alloh, memberi karena Alloh dan tidak memberi karena Alloh, maka umannya telah sempurna (HR. Bukhari dan Muslim).

“Kalian tidak akan masuk surge hingga kalian beriman dan iman kalian ( tidak sempurna) hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perbuatan, jika kalian melakukannya, niscaya kalian akan saling mencintai tebarkan salam di antara kalian! (HR.Muslim).

Prinsip Cinta dan Daya tarik
Prinsif cinta dan dayatarik melampaui ikatan, bergantungngan dan emosi yang terbatas dan dapat berubah. Cinta adalah suatu prinsip eksistensi yang fundamental, wilayah bagi ketertarikan, dan suatu keterpesonaan yang melengkapi seluruh eksistensi manusia. Orang sering kali menyalahartikan nafsu seksual dan seksualitas sensual sebagai bentuk cinta yang nyata dan hakiki.Tapi sebenarnya itu adalah bentuk yang terendah (181).
Cinta sejati adalah suatu esensi; ia konstan dan tak berubah dan tidak berfluktuasi.Prof. Angha mengungkapkan cinta sebagai sinonim dari tingkat kehidupan yang paling halus dan spiritual (182).
Dalam atom oksigen, kita juga bisa melihat ketertarikan dan pesona itu. Setetes air itu mengandung jutaan pusat listrik dan wilayah keterpikatan semacam itu. Seluruh eksistensi di atur dengan prinsip cinta dan daya tarik ini, mulai dari ranah partikel subatomic hingga orbit planet yang mengitari pusat yang stabil.

(Sumber : Dr ‘Aidh Abdullah Al-Qarny, diterjemahkan oleh M.Iqbal, Senandung Cinta Al-Qarny, Cakrawala Publishing, Jakarta,2006, h.3-5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: