Skip navigation


Masing masing orang memiliki kemampauan baik dari sisi pengetahuan, pengalaman bahkan perjalanan hidup yang berbeda beda. Demikian juga pendidikan dan proses apa yang diketahui sebelum dia dewasa juga berbeda beda. Padahal kondisi proses kedewasaan seseorang merupakan kunci, bagaimana seseorang mampu menjalani kehidupannya bersama dengan orang lain.

Banyak orang yang berpendidikan tinggi dengan berbagai gelar, ternyata kedewasaannnya kurang bahkan payah. Namun ada yang pendidikannya biasa hingga SMA umpamanya, namun dia memiliki kemapanan berfikir dan bersikap dengan baik. Kemapanan seseorang merupakan kunci utama seseorang mampu memahami orang lain, dimana kemapanan yang dimaksud adalah sebuah kemampuan akan kesadaran bahwa beberapa hal yang terjadi harus direnungkan, difikirkan dan disikapi dengan arif dan bijaksana.

Kemapanan memang tidak hanya murni proses fikiran dan hati, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, ekonomi bahkan emosinya. Namun saat seseorang memiliki kemapanan yang bersumber dari kesadaran diri, orang lebih mudah memahami kondisi bahkan orang lain dalam kehidupannya. Pertanyaan yang muncul mengapa orang tidak bisa memahami orang lain…?

1. Karena orang merasa bahwa dirinya lebih dari segala galanya

2. Karena egois, dimana dia ingin apa yang difikirkan dan dimiliki di akui oleh orang lain bahkan harus dijalani oleh orang lain

3. Karena kesadaran diri akan keberadaan dirinya dipengaruhi oleh orang lain

4. Lemahnya keyakinan hati seseorang akan kebenaran ilahiyah, sehingga orang melihat bahwa memahami merupakan sebuah perilaku verbal antara manusia satu dengan manusia yang lainnya.

5. Tipisnya keimanan seseorang karena dipengaruhi dari lemahnya terhadap nilai nilai agama yang di ketahui dan dijalani.

Itulah beberapa hal mengapa orang tidak mampu memahami orang lain. Untuk selanjutnya bagaimana kita bisa memahami orang lain dalam kehidupan kita ?

1. Kita harus menyadari bahwa kehidupan ini merupakan proses panjang untuk sebuah cita cita luhur berupa kebahagiaan di dunia dan diakherat, dan untuk memperolehnya kita tidak mungkin bisa sendiri, namun butuh orang lain

2. Masing masing orang memiliki kemampuan yang berbeda, maka sudah seharusnya kita mampun menyelami pikiran dan hatinya

3. Memahami merupakan interaksi antara fisik dengan non fisik, maka tampilkan interaksi tersebut dengan penuh kesadaran dan kasih sayang. Karena sebuah pikiran kalau tidak disampaikan dengan baik, maka akan berdampak mengecewakan

4. Biasakan untuk melihat kekurangan seseorang sebuah proses pembelajaran, jadi tidak ada kesalahan yang disengaja saat seseorang saling memiliki ketergantungan secara pribadi atau sosial

5. Masing masing orang memiliki privasi, jaga privasi masing masing agar kemerdekaan berfikir dan bersikap bisa dijalani. Karea saat seseorang merasa harus tahu semua apa yang dilakukan orang lain, secara otomatis sudah merebut kemerdekaan seseorang. Ingat kemerdekaan bukan kebebasan yang sebebas bebasnya.

6. Bangun kehidupan anda dengan komunikasi yang baik dengan orang lain, karena dengan komunikasi semua akan menjadi mudah diselesaikan.

7. Asah suara hati anda dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah baik dengan amalan amalan ibadah yang sudah diperintahkan, atau amalan sosial yang selalu kita sandarkan kepadaNya.

8. Berikan haknya, dimana saat masing masing memberikan hak bahkan kewajiban secara proporsional, maka orang akan selalu melihat orang yang berperilaku sama seperti satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, di dukung dengan kejujuran tentunya.

9. Memahami adalah proses sinergisitas antara hati, fikiran dan perbuatan, maka jalani semua yang ada dengan penuh kesadaran dan ketulusan, karena dengan seperti itu seseorang akan mampu memahami seseorang dengan baik.

Demikianlah catatan ini kami sampaikan, semoga bisa mengingatkan pribadi saya dan mungkin sebagai bahan perenungan bagi teman teman untuk memahami dirinya dan orang lain, sehingga bisa tercapai apa yang diharapkan dalam kehidupan yang luas dan panjang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: