Skip navigation


Manusia Memiliki Tugas Kosmik

Manusia adh ciptaan (makhluk) Tuhan paling baik dan paling istimewa. Tuhan sendiri memberikan kpd manusia penghormatan dan mengunggulkannya atas ciptaan-Nya yg lain.(buka QS.Al-Isra,17:70). Sbg khalifah,manusia diberikan kebebasan oleh Tuhan utk mengelola alam yg sudah dirancang dgn segenap potensi dan ketersediaan bahan-bahan yg diperlukan bagi kehidupan sampai hari kiamat.

Alam adalah Titipan Tuhan

Dlm sejumlah ayat Al-Quran Tuhan menyatakan bahwa sluruh alam semesta adh milik-Nya (kaji QS. Al-Baqarah, 2: 284). Manusia diberi izin tinggal di dlmnya utk sementara dlm rangka memenuhi tujuan yg dah direncanakan dan ditetapkan Tuhan (baca QS.Al Ahqaf,46:3) Degn begitu alam bukanlah milik hakiki manusia. Kepemilikan manusia hanyalah amanat, titipan atau pinjangan yg pd saatnya hrs dikembalikan dlm keadaannya spt semula. Titipan tsb selanjutnya akn didistribusikan kembali bg org atau generasi sesudahnya sampai saat berakhirnya usia alam semesta (hari kiamat).

Penciptaan Alam Tidaklah Sia-sia
Seperti juga manusia, alam adh jg ciptaan dan anugerah atau karunia Tuhan. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta bukanlah tanpa tujuan, sisa-sisa atau main-main (plajari QS.Annis,4:190-191)

Bertindak Bebas adalah Bertindak Etis

Jika manusia diberi hak atau izin memanfaatkan alam bg kebaikan dan kebahagiaan dirinya, maka utk ini manusia diperintahkan agar bertindak sesuai dg aturan-aturan moral dan etika kemanusiaan.
Etika paling sentral yg ingin ditegakkan adh keadilan, kemaslahatan, martabat manusia, kesejahteraan dan kerahmatan semesta. Imam Al-Ghazali (w.1111 M) menyebutkan dlm bukunya yang terkenal
“Al Mustasshfa fi ilm al Ushul bahwa tujuan agama adlh melindungi 5 hal : keyakinan personal (hifzh al Diin), jiwa-raga (hifz al Nafs), Akal pikiran (hifzh al ‘aql), keturunan (hifzh al nasl) dan kekayaan/hak milik (hifzh al maal). Dan adh tidak mungkin bahwa manusia dpt hidup dg baik dan berkesejahteraan tanpa adanya perlindungan thp lingkungn alamnya (hifzh al bi-ah)

Merusak Alam berarti Membunuh Manusia
Tindakan moral-etik dg demikian tdk hnya berkaitan dg relasi antar manusia,tetapi jg dg alam. Maka hak manusia utk memanfaatkan alam tdk berarti membolehkannya mengganggu merusak, dan bahkan menghancurkan kesimbangan ekologinya yg memang sudah ditetapkan-Nya dlm pola yg demikian indah dan hamonis.

Eksploitasi tanah dan penebangan pohon-pohon dan hutan dibabat secara liar.Tindakan tdk bertanggungjwb tsb akn menimbulkan bahaya besar bg keseimbangan ekologi, dan dlm waktu berikutnya akn membunuh manusia baik secara pelan-pelan maupun cepat.
Berkali-kali Tuhan mengecam manusia yg merusak alam.Dia sangat tdk menyukai org2 yg melakukan kerusakan di muka bumi (baca QS.2:60,205; 07:56.85,28:88,26:183 dll). Tindakan merusak alam mrupkn bntuk kezaliman dan kebodohan manusia. AlQuran yg menggambarkan kebinasaan bangsa-bangsa kuno akibat tindakan merusak alam. Semua perbuatan manusia yg dpt merugikn kehidupan manusia mrupakan perbuatan dosa. Maka, ingat Nabi kita SAW.siapa aja baik secara individu maupun kelompok yg melihat tindakan tsb dia berkewajiban menghentikannya melalui segala cara yg mungkin dan dibenahi. Dan negara sbg pengawas alam berkewajiban menyeretpelakunya ke pengadiln agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Alam juga untuk Manusia Masa Depan

Islam menuntut kpd manusia utk menyelidiki dan memahami pola2 Tuhan dlm alam. Termasuk dlm hal ini adh pola perawatan dg penuh kasih sayang, bersahabat membuatnya menjadi indah,perhatikan firman Tuhan QS.88:17-21

Agama ini menuntut manusia utk menghidupan tanah2 yang tdk produktif (ihya al mawat) dg menanaminya pohon-pohon atau tanam-tanaman, bukan hanya utk kepentingan manusia hari ini tetapi juga utk generasi manusia masa depan. Tuntutan ini tdk hanya utk setiap individu hari ini tetapi berlaku sepanjang masa, bahkan sampai sebelum dunia ini kiamat. Sebuah Hadit Nabi SAW menyatakan : “Jika tiba waktunya hari kiamat, sementara di tanganmu masih ada biji kurma, maka tanamlah segera”(HR.Ahmad)

(Sumber: Fachruddin M. Mangunjaya dkk, 2007. “Menanam Sebelum Kiamat”: Islam, Ekologi, dan Gerakan Lingkungan hidup, Yayasan Obor Indnesia lho, Jakarta h.3-7)

Menjaga pohon yg Anda tanam seperti Anda menjaga kehidupan Anda dan umat manusia di dunia ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: